HIBRIDISASI ORBITAL
Hibridisasi adalah sebuah konsep bersatunya orbital-orbital atom atau penyusunan kembali orbital untuk membentuk
orbital hibrid yang baru yang
sesuai dengan penjelasan kualitatif sifat ikatan atom. Konsep orbital-orbital
yang terhibridisasi sangatlah berguna dalam menjelaskan bentuk orbital molekul dari sebuah molekul.
Terdapat 3 jenis hibridisasi yaitu
1. Hibridisasi sp3
HIbridisasi sp3 menjelaskan
struktur molekul tetrahendral. Hibridisasi satu orbital s dan tiga orbital
p(px,py,pz) yang menghasilkan empat orbital sp3.
2. Hibridisasi sp2
Hibridisasi sp2 menjelaskan struktur molekul
trigonal planar. Hibridisasi satu orbital s dan 2 orbital p yang menghasilkan
tiga orbital sp2
3. Hibridisasi sp
HIbridisasi sp menjelaskan struktur molekul linier.
Hibridisasi satu orbital s dan satu orbital p yang menghasilkan 2 orbital sp.
Atom C yang dengan nomor atom 6 memiliki konfigurasi sebagai berikut :
Pada awalnya atom C hanya memiliki 2 elektron tidak berpasangan, tapi
seperti diketahui untuk berikatan dan menjadi stabil C haruslah memiliki 4
elektron tidak berpasangan. Untuk itu 1 electron pada orbital 2s akan dieksitasi
ke orbital 2p menjadi :
Dengan demikian atom C telah memiliki 4 elektron tidak berpasangan,
sehingga mempunyai empat energy ikatan yang sama. Atom C telah membentuk 4 x sp3
.
IKATAN RANGKAP TERKONJUGASI
Konjugasi pada ikatan rangkap berbicara mengenai kestabilan unsur yang
bertujuan untuk bangun molekul yang lebih stabil. Konjugasi terjadi dalam senyawa organik yang atom-atomnya
secara kovalen berikatan tunggal dan ganda secara bergantian (C=C-C=C-C) dan
memengaruhi satu sama lainnya membentuk daerah delokalisasi
elektron. Delokalisasi yaitu suatu keadaan dimana
elektron valensi tersebut tidak tetap posisinya pada 1 atom, tetapi senantiasa
berpindah-pindah dari 1 atom ke atom lain atau delokalisasi yaitu berpindah.
Pada isomerisme cis dan trans.
Cis : Gugus subtituen yang
berikatan dengan ikatan rangkap berorientasi sama atau tidak berlawanan
Trans : Gugus subtituien yang
berikatan dengan ikatan rangkap saling berlawanan
Energi ikatsn sebelum ikatan π terdelokalisasi/berpindah lebih tinggi karena sebelum ikatan π berpindah mengakibatkan ikatan yang tidak stabil.
Energi ikatan sesudah ikatan π berpindah pada tempat sebelumnya akan rendah karena ketika ikatan π berpindah ikatan sebelumnya akan stabil.
Energi ikatsn sebelum ikatan π terdelokalisasi/berpindah lebih tinggi karena sebelum ikatan π berpindah mengakibatkan ikatan yang tidak stabil.
Energi ikatan sesudah ikatan π berpindah pada tempat sebelumnya akan rendah karena ketika ikatan π berpindah ikatan sebelumnya akan stabil.
Ikatan antara C-O akan lebih stabil karena kelektronegatifan O lebih tinggi sehingga afinitasnya (kemampuan berikatan) akan tinggi. Sedangkan ikatan antara C-C kurang stabil karena kelektronegatifan C lebih rendah dari atom O sehingga afinitas atom C juga akan lebih rendah dari afinitas atom O.
Antara cis dan trans yang
lebih stabil adalah trans karena cis lebih banyak halangan sterit yang
menyebabkannya tidak stabil.
Tetapi pada cis-2 butena :
- Memiliki titik lebur kecil yang berarti akan lebih cepat mencair karena jika halangan steritnya besar maka mempunyai energi kinetik besar dan molekul akan cepat merenggang sehingga akan cepat mencair.
- Memiliki titik didih yang lebih besar. Walaupun sebenarnya cis kurang stabil, tapi memiliki kerapatan (kebolehjadian menemukan elektron ) yang lebih besar , maka intensitas berikatan lebih besar jadi sulit untuk diputus sehingga membutuhkan titik didih yang lebih besar untuk memutuskan ikatan tersebut.
- Memiliki titik lebur kecil yang berarti akan lebih cepat mencair karena jika halangan steritnya besar maka mempunyai energi kinetik besar dan molekul akan cepat merenggang sehingga akan cepat mencair.
- Memiliki titik didih yang lebih besar. Walaupun sebenarnya cis kurang stabil, tapi memiliki kerapatan (kebolehjadian menemukan elektron ) yang lebih besar , maka intensitas berikatan lebih besar jadi sulit untuk diputus sehingga membutuhkan titik didih yang lebih besar untuk memutuskan ikatan tersebut.
Dan
pada trans-2 butena :
- Memiliki titik leleh yang lebih besar yang berarti akan lama mencair karena jika halangan steritnya kecil maka mempunyai energy kinetic yang lebih kecil dan molekul akan lambat merenggang sehingga akan lama mencair.
- Memiliki titik didih yang lebih kecil . walaupun trans sebenarnya stabil tapi memiliki kerapatan yang lebih kecil, maka intensitas berikatan akan lebih kecil jadi mudah untuk diputus sehingga membutuhkan titik didih yang kecil untuk memutuskan ikatan tersebut.
- Memiliki titik leleh yang lebih besar yang berarti akan lama mencair karena jika halangan steritnya kecil maka mempunyai energy kinetic yang lebih kecil dan molekul akan lambat merenggang sehingga akan lama mencair.
- Memiliki titik didih yang lebih kecil . walaupun trans sebenarnya stabil tapi memiliki kerapatan yang lebih kecil, maka intensitas berikatan akan lebih kecil jadi mudah untuk diputus sehingga membutuhkan titik didih yang kecil untuk memutuskan ikatan tersebut.
BENZENA
DAN RESONANSI
Benzena
dengan rumus C6H6 mempunyai bentuk molekul planar. Benzene tidak dapat diadisi
langsung oleh Br karena electron pada
ikatan rangkap akan menolak untuk berikatan dengan BR dan akan beresonansi
(adanya delokalisasi electron dari ikatan rangkap ke ikatan tunggal).
Tapi
benzena bisa diadisi oleh Br jika telah
direaksikan dengan FeBr3 sesuai dengan teori asam lewis. Fe disini berperan
sebagai katalis yang dapat menyedot electron untuk memutus ikatan yang
selanjutnya Br bisa masuk.
assalamualaikum wr.wb
BalasHapusmohon dijelaskan bagaimana proses resonansi pada benzene.
waalaikumsalam, saya akan menjawab pertanyaan sriwahyuni bahwa Resonansi terjadi karena adanya delokalisasi elektron dari ikatan rangkap ke ikatan tunggal. Hal yang harus diperhatikan adalah, bahwa lambang resonasi bukan struktur nyata dari suatu senyawa, tetapi merupakan struktur khayalan. . Sedangkan struktur nyatanya merupakan gabungan dari semua struktur resonansinya. Teori resonansi dapat menerangkan mengapa benzena sukar diadisi. Sebab, ikatan rangkap dua karbon-karbon dalam benzena terdelokalisasi dan membentuk semacam cincin yang kokoh terhadap serangan kimia, sehingga tidak mudah diganggu. Oleh karena itulah reaksi yang umum pada benzena adalah reaksi substitusi terhadap atom H tanpa mengganggu cincin karbonnya.
BalasHapusterima kasih.
assalamualaikum Wella. saya annisa puspa zulida ingin bertanya kepada anda,
BalasHapusDelokalisasi yaitu suatu keadaan dimana elektron valensi tersebut tidak tetap posisinya pada 1 atom, tetapi senantiasa berpindah-pindah dari 1 atom ke atom lain atau delokalisasi yaitu berpindah. Apa yg menyebabkan perpindahan tersebut ?
waalaikumsalam, saya akan menjawab pertanyaan annisa puspa bahwa Konjugasi pada ikatan rangkap berbicara mengenai kestabilan unsur yang bertujuan untuk bangun molekul yang lebih stabil. Konjugasi terjadi dalam senyawa organik yang atom-atomnya secara kovalen berikatan tunggal dan ganda secara bergantian (C=C-C=C-C) dan memengaruhi satu sama lainnya membentuk daerah delokalisasi elektron. Delokalisasi yaitu suatu keadaan dimana elektron valensi tersebut tidak tetap posisinya pada 1 atom, tetapi senantiasa berpindah-pindah dari 1 atom ke atom lain atau delokalisasi yaitu berpindah. jadi perpindahan atau delokalisasi tersebut terjadi karena elektron ingin mencapai kestabilan.
BalasHapus