Kimia organik adalah
percabangan studi ilmiah
dari ilmu kimia mengenai struktur, sifat, komposisi, reaksi,
dan sintesis senyawa organik.
Sebelum mempelajari lebih lanut hingga ke senyawa organik, kita harus
mengetahui terlebih dahulu mengenai atom, molekul, ion, unsur, senyawa serta
campuran.
- Atom, atom adalah satuan terkecil dari suatu materi.
- Molekul, molekul adalah gabungan dari beberapa atom. Gabungaan dari beberapa atom sama jenis akan membentuk molekul unsur (contoh : O2, H2) dan gabungan dari beberapa atom beda jenis disebut molekul senyawa (contoh : H2O, CO2 dll)
- Ion, atom yang bermuatan listrik, ion yang bermuatan listrik disebut kation, dan ion yang bermuatan negatif disebut anion
- Unsur , Unsur didefinisikan pula sebagai zat tunggal yang sudah tidak bisa dibagi-bagi lagi menjadi bagian yang lebih kecil. Bisa dibilang unsur adalah atom itu sendiri, contohnya: jika ada H2O, maka kita bisa bilang: terdiri dari 2 atom hidrogen, dan 1 atom oksigen, padahal Hidrogen dan oksigen keduanya adalah unsur.
- Senyawa adalah zat tunggal yang terdiri atas beberapa unsur yang saling kait-mengait. Senyawa dibentuk dari minimal 2 unsur yang berbeda. Walaupun dibentuk dari unsur yang berbeda, namun senyawa tetap disebut zat tunggal, karena sifat-sifat unsur yang membentuknya tidak dapat di temukan pada senyawa. setiap senyawa adalah molekul namun setiap molekul belum tentu senyawa”. Senyawa adalah gabungan minimal 2 atom berbeda, sedangkan molekul gabungan minimal 2 atom bisa sama bisa juga berbeda.
- Campuran adalah zat yang tersusun dari beberapa zat yang lain jenis
dan tidak tetap susunannya dari unsur dan senyawa.
Campuran dibedakan menjadi tiga jenis, yaitu:
- Campuran homogen = Larutan
- Campuran Heterogen = Suspensi, dan
- Campuran yang keadaannya antara suspensi dan larutan = Koloid
Jadi, senyawa organik adalah senyawa yang banyak mengandung unsur
karbon dan unsur lainnya seperti hidrogen, oksigen, nitrogen, belerang, dan
fosfor dalam jumlah sedikit.
Selanjutnya
mengenai kemampuan bergabungnya atom yang disebut afinitas elektron. Afinitas elektron
merupakan salah satu sifat keperiodikan unsur. Afinitas elektron adalah energi
yang dilepaskan oleh suatu atom (dalam wujud gas) ketika menangkap satu
elektron membentuk ion negatif. Karena energi dilepas, maka harga afinitas
elektron diberi tanda minus. Secara umum keperiodikan afinitas elektron dalam
tabel periodik adalah dalam satu periode, dari kiri ke kanan, afinitas elektron
cenderung semakin besar. Adapun dalam satu golongan, dari bawah ke atas,
afinitas elektron cenderung semakin besar.
Assalamualaikum wela,bagaimana maksudnya campuran itu tidak tetap susunannya dari unsur dan senyawa? Mohon penjelasannya
BalasHapuswaalaikumsalam dika, senyawa adalah zat yang terbentuk dari unsur-unsur dengan perbandingan tertentu dan tetap melalui reaksi kimia. Senyawa dapat dipisahkan menjadi unsur-unsur atau menjadi senyawa yang lebih sederhana melalui reaksi kimia. contohnya :
HapusAir (H2O), perbandingan massa unsur-unsur penyusunnya yaitu Hidrogen : Oksigen adalah 1 : 8
Gula (C12 H22 O11), perbandingan massa unsur-unsur penyusunnya yaitu Karbon : Oksigen : Hidrogen adalah 72 : 88 : 11
jadi perbandingan unsur pembentuk dari senyawa itu tetap jadi dapat ditentukan rumus kimianya.
Sedangkan campuran memiliki komposisi unsur-unsur penyusunnya tidak tertentu. Contohnya :
air sirup atau air kopi yang memiliki perbandingan komposisi yang tidak tetap sehingga rumus kimia suatu campuran tidak dapat ditentukan
Assalamualaikum warahmatullahi wabarakatuh, saudari wela
BalasHapusSecara umum keperiodikan afinitas elektron dalam tabel periodik adalah dalam satu periode, dari kiri ke kanan, afinitas elektron cenderung semakin besar. Adapun dalam satu golongan, dari bawah ke atas, afinitas elektron cenderung semakin besar. mengapa demikian ? mohon penjelasan beserta contohnya. terima kasih
waalaikumsalam warahmatullahi wabaraktuh,
BalasHapusDiketahui bahwa afinitas elektron ini berhubungan dengan jari-jari atom. Jari-jari atom adalah jarak elektron di kulit terluar dari inti atom. Sedangkan afinitas elektron ialah energi yang dibebaskan atau yang diserap apabila suatu atom menerima elektron. Dalam satu periode dari kiri ke kanan, jari-jari semkain kecil dan gaya tarik inti terhadap elektron semakin besar, maka atom semakin mudah menarik elektron dari luar sehingga afinitas elektron semakin besar.Dan pada satu golongan dari bawah ke atas, sama saja yaitu jari-jari atom makin kecil, sehingga gaya tarik inti terhadap elektron makin besar, maka atom semakin mudah melepas elektron dari luar, sehingga afinitas elektron semakin besar. Atau jika di dalam satu golongan dari atas ke bawah jari-jari atom semakin besar, sehingga daya tarik inti terhadap elektron semakin kecil maka atom semakin sulit melepas elektron sehingga afinitas elektron semakin kecil.
Asslamualaikum wela, Saya ingin bertanya senyawa adalah zat tunggal yang terdiri atas beberapa unsur yang saling kait-mengait, mengapa dikatakan demikian ? Terimakasih
BalasHapusAsslamualaikum wela, Saya ingin bertanya senyawa adalah zat tunggal yang terdiri atas beberapa unsur yang saling kait-mengait, mengapa dikatakan demikian ? Terimakasih
BalasHapusMenambah mengenai senyawa ;
BalasHapusCiri – ciri Senyawa:
1) Merupakan zat tunggal
2) Terbentuk dari dua unsur atau lebih yang berbeda jenis dengan perbandingan tertentu dan tetap
3) Sifat senyawa berbeda dengan sifat – sifat unsur penyusunnya
4) Senyawa dapat diuraikan menjadi unsur – unsurnya dengan cara kimia
Sifat-sifat Senyawa:
1) Senyawa itu dapat terbentuk apabila melalui suatu proses dari reaksi kimia
2) Komponen penyusun yang ada pada suatu senyawa pasti mempunyai suatu perbandingan tertentu yang sifatnya tentu saja itu tetap.
3) Senyawa itu nggak bakal bisa dipisahkan dengan komponen penyusunnya kembali dengan melalui reaksi fisika.
4) Senyawa itu dapat dikategorikan sebagai senyawa zat tunggal.
5) Mempunyai sifat-sifat tertentu yang berbeda dengan unsur-unsur pembentuknya.perbandingan dua hidrogen dan satu oksigen
Assalamualaikum wr wb , saya ingin Menambahkan sedikit mengenai afinitas electron :
BalasHapusAfinitas elektron dapat berharga positif atau negatif. Jika satu elektron ditambahkan kepada atom yang stabil dan sejumlah energi diserap maka afinitas elektronnya berharga positif. Jika dilepaskan energi, afinitas elektronnya berharga negatif. Contohnya, ketika gas klor menerima elektron untuk membentuk ion negatif. Semua unsur golongan utama mempunyai afinitas elektron bertanda negatif. Kecuali unsur alkali tanah (IIA) dan gas mulia (VIIIA). Afinitas elektron terbesar dimiliki oleh unsur halogen (VIIA) karena unsur golongan ini yang paling mudah menangkap elektron. Jadi, unsur yang memiliki afinitas elektron terbesar adalah Klor dengan nilai afinitas –349,0.
Waalaikumsalam nurhasanah,
BalasHapusSenyawa adalah zat tunggal yang terdiri atas beberapa unsur yang saling kait-mengait. Dikatakan demikian karena walaupun dibentuk dari unsur yang berbeda, namun senyawa tetap disebut zat tunggal, karena sifat-sifat unsur yang membentuknya tidak dapat di temukan pada senyawa. Dengan kata lain senyawa telah menjelma menjadi zat yang baru. Saling kait-mengait disini adalah unsure-unsur yang berbeda saling berikatan membentuk zat baru yang disebut senyawa.
Assalamualaikum wr wb , saya ingin Menambahkan sedikit mengenai afinitas electron :
BalasHapusAfinitas elektron dapat berharga positif atau negatif. Jika satu elektron ditambahkan kepada atom yang stabil dan sejumlah energi diserap maka afinitas elektronnya berharga positif. Jika dilepaskan energi, afinitas elektronnya berharga negatif. Contohnya, ketika gas klor menerima elektron untuk membentuk ion negatif. Semua unsur golongan utama mempunyai afinitas elektron bertanda negatif. Kecuali unsur alkali tanah (IIA) dan gas mulia (VIIIA). Afinitas elektron terbesar dimiliki oleh unsur halogen (VIIA) karena unsur golongan ini yang paling mudah menangkap elektron. Jadi, unsur yang memiliki afinitas elektron terbesar adalah Klor dengan nilai afinitas –349,0.
terima kasih untuk teman-teman yang telah menambahkan.
BalasHapusAssalamualaikum dr wb Wela saya ingin Menambahkan sedikit mengenai afinitas electron :
BalasHapusAfinitas elektron dapat berharga positif atau negatif. Jika satu elektron ditambahkan kepada atom yang stabil dan sejumlah energi diserap maka afinitas elektronnya berharga positif. Jika dilepaskan energi, afinitas elektronnya berharga negatif. Contohnya, ketika gas klor menerima elektron untuk membentuk ion negatif. Semua unsur golongan utama mempunyai afinitas elektron bertanda negatif. Kecuali unsur alkali tanah (IIA) dan gas mulia (VIIIA). Afinitas elektron terbesar dimiliki oleh unsur halogen (VIIA) karena unsur golongan ini yang paling mudah menangkap elektron. Jadi, unsur yang memiliki afinitas elektron terbesar adalah Klor dengan nilai afinitas –349,0.